.

.

4:47 PM
0
City Hall, Ho Chi Minh

Setelah dari Halong Bay, gue langsung menuju ke Bandara Hanoi untuk melanjutkan perjalan ke Ho Chi Minh City/ Saigon, dari HCMC ini gue planning melanjutkan perjalanan ke Kamboja dengan bis. Lebih prefer naik bis atau kereta dari Hanoi ke HCMC, tapi ternyata dua kendaraan itu tidak tersedia, jadi pesawatlah satu-satunya pilihan untuk mencapai kota terbesar di Vietnam tersebut.

Gue sengaja memilih penerbangan yang terakhir dari Hanoi, karena selain harga nya paling murah, gue berpikiran akan lebih efektif kalau gue tidur di Bandara HCMC sambil menunggu bus yang ke Kamboja yang menurut info gue dapat jam keberangkatan paling awal adalah jam 7.30 pagi. Sempat cari tempat untuk rebahan di bandara mungil itu, tapi ternyata cuma kursi panjang kaya diantrian dokter yang keras yang pastinya buat ngelurusin badan ga bakal bisa. Jadi duduk lah gue di salah satu kursi itu sambil liat orang lalu lalang, dan sama sekali gue ga tidur, yang ada malah ngobrol sama orang lokal yang mau ke Hanoi, mereka satu keluarga sengaja datang malam-malam eh pagi banget orang udah jam 2 malam kan pagi banget tuh. Pesawat mereka ternyata jam 7.30 pagi, nah kirain jam 4 or jam 5 gitu, makanya mereka datang jam 2 pagi, ga tau lah ga ngerti jawabannya gue, karena mereka ga bisa bahasa inggris, jadi pake bahasa tarzan aja. Sudah menjadi hal yang lumrah bahwa salah satu sifat penduduk lokal adalah ramah, iya mereka ramah banget, meskipun susah berkomunikasi, tapi mereka tetap berbagi makanan sama gue, tau gue jalan sendiri, cengok, ga punya makanan, dan mereka liat gue kelaparan kali ya, makanya mereka kasih Kelengkeng, oooooh nikmatnnya buah itu dikala lapar melanda :D

Akhirnya jam 4 pagi datang juga, so gue putuskan untuk gosok gigi, cuci muka, dan pipis sebelum ambil taxi ke pool bis yang ke Kamboja di Pham Ngu Lao Street (Backpacker Area nya Ho Chi Minh). Gue berharap penuh sopir taxi nya tau bakal nurunin gue di mana, karena gue sudah jelasin sejelas-jelasnya ke petugas taxi nya sebelum naik taxi, dan dia sangat meyakinkan kalau gue minta diturunin di pool bis nya Mekong Express di Pham Ngu Lao Street. Tenang lah gue di taxi, namun ketenangan itu hanya beberapa saat, karena si sopir taxi terus nanya ke mana pastinya gue nanti turun, dengan bahasa inggris yang pas-pasan pula itu sopir ngobrol sama gue arrrrrhhhhhh!!! Tapi akhirnya dia turunin gue di salah satu travel agent yang memang menyediakan jasa penjualan tiket bis ke Kamboja, sudah buka memang itu travel nya, dan sepertinya memang buka 24 jam, karena gue nyampe di tempat itu jam 5 pagi, tapi pas gue tanya ke salah satu orang yang ada di situ yang gue yakin dia bukan person in charge, dan ternyata ga bisa bahasa inggris juga, cengok gue nungguin, sampai akhirnya ada salah satu petugas yang datang, dengan semangat gue tanya, namun dengan ga sopannya dia jawab, sit down sambil nunjuk ke kursi yang gue dudukin tadi, ah emang lo pikir gue gukguk apa nyuruh gue duduk dengan cara seperti itu! *Sewot.com

Pham Ngu Lao Street (Backapacker Area di HCM)
Karena kelamaan dan gue ngerasa itu bukan pool bus yang gue maksud, so gue coba cari internet, dan ternyata di sebelah travel agency itu adalah warnet yang buka 24 jam, setelah gue dapat alamat pool bus yang sesuai dengan rekomendasi, maka gue tanya ke orang sebelah gue ke mana arah alamat yang gue dapet itu, namun lagi-lagi keberuntungan tidak mau menjauh dari gue, orang yang gue tanyain ini dengan senang hati mengantarkan gue ke alamat yang gue cari, secara masih gelap gulita dan dinginnya nauzubila, dan ketemulah pool bus yang gue cari, tapiiiiii masih tutup, dan buka lagi kata orang yang kaya nya ojek dech, karena dia mangkal di depan travel agency or pool bus yang gue cari, dan waktu itu sekitar 30 menit lagi gue tunggu sampai kantor nya buka. Dan gue yakin adalah pelanggan pertama bagi mereka,  gue berharap masih ada satu kursi yang tersisa untuk gue berangkat ke Kamboja, namun kali ini gue tidak beruntung, karena setiap keberangkatan untuk hari itu sudah penuh, maklum gue tidak melakukan pemesanan sama sekali sebelumnya, jadi tidak ada pilihan gue harus stay satu malam di HCMC untuk menunggu keberangkatan bus ke Kamboja di keesokan harinya, padahal untuk stay di HCMC adalah hal yang gue hindari, karena untuk menghemat biaya, itu intinya :D

Karena masih pagi banget, so gue pikir pasti kalau mau check in di hostel manapun pasti kepagian, meskipun ada kamar kosong tapi gue yakin petugas hostel akan bilang penuh, itu salah satu trik mereka untuk menolak yang mau early check in, mereka ga mau rugi. Cape gue door to door cari kamar kosong, akhirnya gue memutuskan untuk balik lagi ke warnet tadi untuk cari hostel rekomendasinya at least dari Lonely Planet, pas gue udah dapet ternyata si Dewa penolong gue yang nganterin ke pool bus tadi masih ada di situ, so gue tanya lagi ke dia beberapa rekomendasi hostel hasil browsing-an gue, lagi-lagi dia ga mau cuma pointing ke mana gue harus pergi, tapi dengan semangat yang keliatan di wajahnya dia nganterin gue ke tempat-tempat yang  gue maksud, namun memang lagi peak season, so hostel-hostel itu fully booked, sampai akhirnya dibantu Dinh (Bac: Yin), tulisan sama bacaan kok ya jauh banget :D, sampai dapat satu hostel dengan bangunan baru, kamar bersih, free wifi, free laundry, free breakfast, dan harga sangat terjangkau, namun sayang gue ga sempet menikmati sarapannya, karena harus check out jam 6 pagi, sedangkan sarapan baru tersedia jam 7, sempat request untuk early breakfast ke petugas front office, tapi mereka malah bilang, kalau minta sarapan sebelum jam 7 belum ada orang yang in charge, halah iya gue lupa ini bukan hotel bintang 4 or 5 jadi ga bisa request macem-macem hahaha

Happy Happy Place :)
Kembali lagi ke Dewa Penolong aka Si Dinh, bahasa inggrisnya sebenarnya terbatah-batah, sering kalau ngomong sama dia harus pake goggle translate si dianya hahaha. Satu hal yang gue ingat dari kata-kata Dinh adalah ketika dia bilang This is Happy Happy Place dan gue tanya balik, what do you mean? Sebaik mungkin Dinh menjelaskan dengan bahasa inggrisnya bahwa tempat itu adalah sederetan pub dan bar, dan dia menyebutnya adalah Happy Happy Place hahaha ngakak gue seketika! 

Gue & Dinh (Kanan bawah) một, hai, ba, JOOO!
Karena gue tarmasuk early check in, jadinya harus tunggu kamar ready, dan si Dinh dengan baik hati ngajak gue untuk breakfast, karena dia tau muka gue udah kucel dari kemarennya ga bisa tidur, kedinginan di Halong Bay, and semaleman begadang di airport. Itu tiga kebaikan yang udah dilakukan oleh seorang Dinh, dan kebaikan berikutnya adalah, dia mengundang gue untuk menikmati bir Vietnam di sore hari, dan ternyata sangat murah banget itu bir, masa 1 jug aja cuma $1, dan sebelum minum tiga jug, kalau ga salah, bisa juga lebih :D, sebelumnya udah minum 3 botol bir lokal, plus 2 botol lagi setelah 3 jug yang kalo ga salah tadi, mumpung ditraktir *ga mau rugi.com :D Dan setiap kali kita mau minum bir inilah yang diteriakkan một, hai, ba, JOOO! Atau one, two, three, CHEERS!

Kita bisa menikmati bir Vietnam dengan murah meriah di street bar di kawasan backpacker dengan kursi ukuran anak-anak, nah kalau bule yang gedong apa muat tuh? Ternyata mereka juga siapin kursi yang gedean buat yang emang gede :D sensasinya dapat lho, emang kondisi lagi rame banget, apalagi di atas jam 10 malam, para turis menikmati bir di pinggir jalan (Trotoar), dan karena semakin banyak jadi kursi tambah melebar ke jalanan, yang otomatis menghalangi jalannya mobil atau motor yang lewat, dan lagi asik-asik nya duduk dan bercanda sambil menikmati bir lokal, datanglah satpol pp nya HCMC sambil klakson-klakson kenceng banget, sampe mau copot jantung gue saking kagetnya, ngusirin kita yang di tengah jalan, giliran mereka udah pergi, balik lagi kita duduk di tengah jalan hahahaha Sama aja ternyata asas pemanfaatan di trotoar di Jakarta dan di HCMC.

Sebelum gue balik ke hostel, si Dinh coba menawarkan kebaikannya lagi dengan mengundang gue untuk ngopi sebelum gue ke Kamboja, gue iyain, meskipun gue ga ngopi :D, kita sepakat untuk ketemu jam 6 pagi di tempat kita makan bbq, dan sebelum pamitan gue bilang, thanks for the Happy Happy Place, and see you tomorrow! 

Keesokan paginya gue lintasin jalanan di mana kita makan bbq semalem untuk memenuhi undangan ngupi-ngupinya si Dinh, karena memang lokasinya bisa gue lewatin sekalian menuju ke pool bus, tapi tempat di mana gue janjian sama dia kaya kota mati, padahal malamnya jalanan penuh, karena berubah jadi street bar. Berhubung si Dinh ga nongol juga, lanjut lah gue jalan ke pool bus, dan gue beli sandwich untuk sarapan di bus. Besoknya pas gue sudah nyampe di Kamboja, ada email masuk dari Dinh, dia minta maaf ga bisa nemuin gue untuk ngupi, karena dia mabuk berat setelah kita menikmati sepuas-puasnya bir lokal itu hahahaha

Tips dari Airport HCMC ke Pham Ngu Lau Street + Tips di HCMC juga ada:

1.       Dari Hanoi ke Ho Chi Minh
Hanya bisa ditempuh dengan pesawat lokal, dengan lama perjalanan 3 jam.
2.       Dari Airport Ho Chi Minh ke Pham Ngu Lao Street
-      Bus #152, harga nya 5,000 VD ditambah tas 5,000 VD jadi total 10,000 VD atau Rp. 5,000. Keluar dari airport ke kanan sampe nemu Burger King, di situ udah deket banget sama shuttle bus (bus berangkat setiap 15 menit sekali, jam operasional dari jam 07.00-18.00), ga ada sign sich, tapi kalo masih bingung tanya aja ga bakal nyasar.
-     Mai Linh atau Vinasun Taxi, terpercaya lah, ada dispatcher nya di airport, dan harga pasti 150,000 VD atau & $7 atau Rp. 70,000
3.       Ben Thanh Market (Night Market) jalan kaki juga nyampe dari Pham Ngu Lao Street.
4.     Taman di Pham Ngu Lao Street, setiap harinya rame banget sama yang olah raga, pagi rame, sore juga penuh itu taman. Bagus ada fasilitas gymnya juga (Meskipun ga secanggih di tempat-tempat gym ternama, tapi sangat layak), bener-bener umum, bisa dipake semua warga, turis juga bisa kalau mau. Kapan di Jakarta punya begitu ya?
5.  Selama di Vietnam, selalu hati-hati kalau jalan kaki, karena pengendara motor-motornya lebih gila dari Jakarta, mereka ga kasih kesempatan buat pejalan kaki yang nyebrang, selalu klakson-klakson dan main salib-saliban sama pejalan kaki, hampir beberapa kali gue kesrempet selama di sana :(

0 comments: